Federal Bureau of Investigation atau Biro Investigasi Federal (FBI) tangkap anggota ShinyHunters. Kelompok peretas ini yang diduga telah mencuri data personel dari situs lowongan kerja FBI.
“Anda tahu cara menemukan kami, dan kami tahu cara menemukan Anda,” kata Asisten Direktur FBI, Brett Leatherman.
“Saya sarankan Anda menghubungi kami terlebih dahulu selagi pilihan masih ada di tangan Anda,” tambahnya, dilansir Pahamora, Senin (05/10/2026).
Direktur FBI, Kash Patel, dalam sebuah unggahan di X, tidak menyebutkan nama orang yang ditangkap oleh Kepolisian Nasional Belanda. Namun dirinya mengatakan bahwa orang ini adalah salah satu pemimpin yang diduga dari ShinyHunters.
“Sejak tahun lalu, penjahat siber ini dan para kaki tangannya diduga telah membobol lebih dari 140 organisasi dan menerima setidaknya USD70 juta dalam bentuk uang pemerasan,” kata Leatherman.
Leatherman menambahkan bahwa kelompok tersebut sering menargetkan vendor pihak ketiga di platform berbasis cloud. Mereka mencuri data sensitif dan memeras korban dengan ancaman akan mempublikasikannya bila permintaannya tidak dipenuhi.
“Kepada anggota ShinyHunters yang tersisa… Penangkapan memiliki cara untuk mengubah siapa yang bersedia berbicara, dan penyitaan infrastruktur memiliki cara untuk menunjukkan kepada kita siapa yang masih tersisa. Semakin lama Anda bertahan di sini, semakin banyak yang kami pelajari tentang Anda,” kata Leatherman.
Para pejabat belum mengatakan bagaimana ShinyHunters mendapatkan akses ke situs FBI (FBIjobs.gov). Meski begitu, Reuters sebelumnya telah melaporkan adanya sebuah memo internal yang diedarkan di seluruh FBI. Memo ini menyatakan bahwa para pejabat berasumsi semua karyawan saat ini dan mantan pekerja telah terpapar.
FBI Tangkap Anggota ShinyHunters
Sehari sebelumnya, dalam sebuah pernyataan yang diposting di X, polisi Belanda mengatakan mereka telah menangkap seorang pria berusia 24 tahun. Pria ini diduga kuat berperan dalam kelompok peretas ShinyHunters dan diketahui telah diadili pada 29 September 2026.
Di sini, polisi juga tidak menyebutkan nama pria tersebut. Namun Reuters melaporkan bahwa Benjamin Korper dari Neo Security, mengatakan bahwa pria itu adalah Pepijn van der Stap, seorang kepala keamanan ofensif di perusahaannya.
Korper mengatakan bahwa penyelidik Belanda mengunjungi kantornya pada 15 September 2026, hari yang sama ketika van der Stap ditangkap dalam penggerebekan polisi yang melibatkan granat kejut .
Sayangnya, menurut ShinyHunters, bahwa pria tersebut tidak memiliki hubungan dengan mereka. ShinyHunters kemudian mengatakan kalau polisi Belanda tidak kompeten.
“Ini bukan ancaman. Tidak akan terjadi apa-apa,” kata mereka.
Leave a comment